Pengabdian Masyarakat FISIP UBB Angkat Isu Perkawinan Anak dan Stunting di Desa Peradong

21 Jun 2023 0
Pengabdian Masyarakat FISIP UBB Angkat Isu Perkawinan Anak dan Stunting di Desa Peradong
Pangkalpinang, 21 Juni 2023-Tim Dosen dan Mahasiswa Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bangka Belitung (UBB) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Peradong, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, pada Rabu, 21 Juni 2023. Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UBB.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka perkawinan anak di Indonesia yang masih menjadi persoalan serius. Berdasarkan data, Indonesia menempati posisi kedua di tingkat ASEAN dan kedelapan di dunia dalam kasus perkawinan anak. Selain itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sebanyak 22 dari 34 provinsi di Indonesia memiliki angka perkawinan anak di atas rata-rata nasional, termasuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pada tahun 2020, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bahkan pernah menempati posisi pertama dengan angka perkawinan anak tertinggi di Indonesia, yaitu sebesar 18,76%. Kabupaten Bangka Barat menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus yang cukup tinggi, dengan total 312 kasus pada tahun yang sama. Kondisi ini juga berkaitan dengan permasalahan lain, seperti tingginya angka stunting. Tercatat pada tahun 2022, kasus stunting di Bangka Barat mencapai 558 kasus, dengan jumlah terbanyak ditemukan di Kecamatan Simpang Teritip, termasuk Desa Peradong.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak perkawinan anak, baik dari sisi kesehatan, sosial, maupun ekonomi. Perkawinan anak diketahui memiliki keterkaitan dengan meningkatnya risiko stunting pada balita, sebagaimana disampaikan oleh pihak BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Tim pengabdian terdiri dari dosen Jurusan Sosiologi, yaitu Tiara Ramadhani, M.Kesos., Michael Jeffri Sinabutar, M.A., dan Hidayati, M.Si., serta mahasiswa Jurusan Sosiologi, Ayub Siahaan dan Syerlita Lara Kurnia. Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa ini menjadi bagian dari upaya nyata perguruan tinggi dalam merespons persoalan sosial yang terjadi di masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan baik dan mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Diskusi yang terbangun memberikan ruang bagi warga untuk memahami dampak jangka panjang dari perkawinan anak serta pentingnya menjaga kesehatan dan masa depan generasi muda.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya perkawinan anak semakin meningkat, serta mampu mendorong upaya pencegahan yang lebih efektif demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas di masa mendatang.