Program Studi Sosiologi UBB Gelar Workshop dan Review Kurikulum OBE Libatkan Stakeholder, Alumni, dan Ahli
Balunijuk, 12 Oktober 2026 – Program Studi S-1 Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bangka Belitung (UBB) menyelenggarakan Workshop dan Review Kurikulum Outcome Based Education (OBE) pada Senin, 12 Oktober 2026, di Ruang Seminar Babel I, FISIP UBB. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Program Studi Sosiologi dalam melakukan pembaruan dan penyempurnaan kurikulum agar lebih relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, serta tantangan sosial yang berkembang di tingkat lokal maupun nasional.
Kegiatan yang menghadirkan unsur pimpinan fakultas, lembaga penjaminan mutu, instansi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, alumni, serta akademisi ini dilaksanakan dalam tiga sesi utama. Peserta workshop berasal dari berbagai mitra strategis, di antaranya Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Sosial Kota Pangkalpinang, Dinas Sosial Kabupaten Bangka, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta alumni Program Studi Sosiologi UBB.

Pada sesi pembukaan, Ketua Jurusan Sosial dan Politik FISIP UBB, Dr. Aimie Sulaiman, M.A., menekankan pentingnya kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan pembangunan di masa depan. Menurutnya, forum ini menjadi ruang strategis untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu diperbaiki maupun ditambahkan dalam kurikulum agar lulusan Sosiologi semakin mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah. Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat sinergi antarlembaga dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMPP) UBB, Dr. Sudjami, M.A., menyampaikan bahwa banyak mahasiswa Sosiologi yang menjalankan program magang maupun bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah. Oleh karena itu, masukan dari para pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas kurikulum, kompetensi lulusan, serta kesesuaian antara proses pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja. Ia menegaskan bahwa peran LPMPP adalah memastikan mutu pendidikan terus terjaga melalui evaluasi dan pengembangan kurikulum yang berkelanjutan.
Memasuki sesi kedua yang dimoderatori oleh Irwan, M.Sos., peserta mendapatkan pemaparan mengenai profil Program Studi Sosiologi UBB dan desain kurikulum OBE dari Koordinator Program Studi Sosiologi, Herza, M.A.. Dalam paparannya dijelaskan bahwa workshop bertujuan menghimpun masukan dari ahli, stakeholder, dan alumni untuk menilai kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, serta konteks lokal Bangka Belitung. Selain itu, evaluasi juga dilakukan terhadap profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), struktur kurikulum, dan pengalaman belajar mahasiswa yang dirancang melalui pendekatan Outcome Based Education.
Program Studi Sosiologi UBB saat ini menerapkan kurikulum dengan beban minimal 144 SKS, memiliki tiga profil lulusan utama dan 15 capaian pembelajaran lulusan yang dikelompokkan ke dalam aspek sikap, pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus. Workshop juga membahas sejumlah opsi pengembangan profil lulusan baru, seperti analis masalah sosial, social engineering, dan social entrepreneurship sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan konstruktif dari para peserta. Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN menyoroti pentingnya penguatan materi demografi dan kependudukan, isu bonus demografi, stunting, serta pengembangan kajian sosiologi lansia dalam kurikulum. Selain itu, peserta juga mengusulkan agar data kependudukan daerah dapat menjadi salah satu rujukan dalam pengembangan pembelajaran dan penelitian mahasiswa.
Perwakilan Dinas Sosial dan Kesbangpol memberikan masukan terkait pentingnya peningkatan kemampuan mahasiswa dalam penelitian lapangan, evaluasi program sosial, mitigasi bencana pascatambang, serta pemahaman yang lebih kuat terhadap dinamika sosial perkotaan. Mereka juga menekankan perlunya mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif sehingga mampu beradaptasi saat memasuki dunia kerja maupun ketika menjalankan program magang.
Dari unsur alumni, berbagai rekomendasi mengemuka, antara lain penguatan praktik penelitian lapangan, pemetaan sosial, pemahaman kearifan lokal, pengembangan kajian disabilitas, hingga penguatan kemampuan bahasa Inggris dan publikasi ilmiah mahasiswa. Alumni juga menekankan pentingnya mahasiswa lebih sering berinteraksi langsung dengan masyarakat agar memiliki kepekaan sosial dan kemampuan analisis yang kuat terhadap berbagai persoalan sosial di lapangan.
Pada sesi ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan review dan telaah kurikulum oleh narasumber Dr. Muryanti, S.Sos., M.A., Dosen sekaligus Sekretaris Program Studi Magister Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang juga merupakan asesor LAMSPAK. Sesi yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting tersebut memberikan perspektif akademik dan standar penjaminan mutu dalam pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education. Telaah yang diberikan menjadi masukan penting bagi Program Studi Sosiologi UBB dalam menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan akreditasi, perkembangan keilmuan, serta kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja. Berdasarkan pemaparan program studi, salah satu target yang sedang diupayakan saat ini adalah proses peningkatan status akreditasi menuju predikat Unggul.


Melalui pelaksanaan workshop ini, Program Studi Sosiologi UBB menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan pembaruan kurikulum secara partisipatif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Masukan yang diperoleh dari stakeholder, alumni, dan ahli akan menjadi bahan penting dalam penyempurnaan kurikulum OBE sehingga mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat, pembangunan daerah, dan dinamika sosial masa depan.